RUANGAN IKLAN UNTUK DISEWA

"

Khamis, 5 Julai 2012

NABI HUD A.S DAN KAUM AAD




Aad adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama Al-Ahqaf terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bahan makanan mereka serta memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah. Berkat kurniaan itu hidup mereka menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.


Sebagaimana kaum Nabi Nuh dan Hud, suku Aad penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama Shamud dan Alhattar yang disembah sebagai tuhan yang menurut kepercayaan mereka dapat memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris a.s dan Nabi Nuh a.s sudah tidak berbekas dalam hati dan jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yang sedang tenggelam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruah menurut anggapan mereka adalah kurniaan dan pemberian kedua berhala mereka yang mereka sembah. Kerananya mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu sambil memohon perlindungan dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kemarau.


Sebagai akibat dan buah dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai  Iblis, di mana nilai-nilai moral dan akhlak tidak menjadi dasar penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang. Tetapi kebendaan dan kekuatan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dengan tindakan sewenang-wenang di dalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah, yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya. Sifat-sifat sombong, bongkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawa nafsu yang bermaharajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati. Demikianlah gambaran masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka.

Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya



Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam ke bumi bahawa dari semasa ke semasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya, maka diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalanlurus dan benar dan mencuci bersih jiwa manusia dari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuai dengan fitrah.

Demikianlah maka kepada suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua. Di utuskan kepada mereka Nabi Hud a.s iaitu salah seorang daripada suku mereka sendiri dari keluarga yang terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dengan kelakuan yang baik budi pekerti yang luhur dan sangat bijaksana dalam pergaulan dengan kawan-kawannya. Nabi Hud memulakan dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada tanda-tanda kewujudan Allah yang berupa alam sekeliling mereka. Allah yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta tumbuh-tumbuhan yang tegak dan kuat. Allahlah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri. Mereka sebagai manusia adalah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sepatutnya sujud menyembah batu-batu yang diukir.

Diterangkan oleh Nabi Hud bahawa dia adalah pesuruh Allah yang diberi tugas untuk membawa kaum-kaumnya ke jalan yang benar dan beriman kepada Allah. Tuhan yang menciptakan, menghidup dan mematikan serta memberi rezeki atau mengambilnya daripada mereka. Baginda tidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut kaum-kaumnya ke jalan yang benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan kaum-kaumnya. Jika mereka tetap menutup telinga dan mata dari ajakan dan dakwahnya, maka akan ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa tenggelam dalam air bah akibat kebongkakan dan kesombongan kerana menolak ajaran dan dakwah Nabi Nuh.

Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak pernah mereka dengar atau pun menduga. Mereka melihat bahawa ajaran yang dibawa oleh Nabi Hud itu akan mengubah sama sekali cara hidup dan membongkar peraturan dan adat istiadat yang telah diwarisi dari nenek moyang. Mereka tercengang dan merasa hairan bahawa seseorang dari sukunya sendiri berani merombak tatacara hidup serta menggantikan agama dan kepercayaannya dengan sesuatu yang mereka tidak kenal dan tidak dapat dimengertikan oleh akal fikiran mereka. Serta-merta ditolak dakwah Nabi Hud itu dengan berbagai alasan dan tuduhan kosong terhadap baginda beserta ejekan dan hinaan diterimanya penuh kesabaran.

Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:"Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang engkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin kami meninggalkan penyembahan kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dengan menyembah tuhan mu yang tidak dapat kami jangkau dengan pancaindera dan tuhan yang menurut kata kamu tidak bersekutu. Cara penyembahan yang kami lakukan ini telah kami warisi dari nenek moyang dan tidak sesekali kami akan meninggalkannya bahkan engkaulah seharusnya kembali kepada ajaran nenek moyangmu dan jangan mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan membawa suatu agama baru yang tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya.

"Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yang aku serukan ini kepada kamu untuk menyembah-Nya walaupun kamu tidak dapat menjangkau-Nya dengan pancainderamu namun kamu dapat melihat dan merasakan wujudnya dalam diri kamu sendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang mengelilingimu beberapa langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dapat bermanfaat bagi kamu sebagai manusia. Dan menjadi kamu dapat menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang harus kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walaupun kamu tidak dapat menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia dekat daripada kamu mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yang harus disembah oleh manusia dengan kepercayaan penuh kepada KeEsaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang kamu perbuat pahat dan ukir dengan tangan kamu sendiri kemudian kamu sembah sebagai tuhan padahal ia suatu barang yang pasif tidak dapat berbuat sesuatu yang menguntungkan atau merugikan kamu. Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu jika kamu tetap mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak ajaran dan agama yang telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu."

"Wahai Hud!" jawab kaumnya,"Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain daripada yang sudah menjadi pegangan hidup kami sejak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memperbodohkan kami dan menganggap kami berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan baru kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang sesat menurut pengakuanmu ke jalan yang benar dan lurus. Kami merasa hairan dan tidak dapat menerima oleh akal kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan. Apakah kelebihan kamu di atas seseorang daripada kami, engkau tidak lebih tidak kurang adalah seorang manusia biasa seperti kami hidup makan minum dan tidur tiada bedanya dengan kami, mengapa engkau yang dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau menurut anggapan kami seorang pendusta besar atau mungkin engkau berfikiran tidak sihat terkena kutukan tuhan-tuhan kami yang selalu engkau ejek hina dan cemuhkan."

"Wahai kaumku!" jawab Nabi Hud, "aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap waras dan sihat tidak kurang sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang kamu pertuhankan itu tidak dapat mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi badanku atau fikiranku. Kamu kenal aku, sejak lama aku hidup di tengah-tengah kamu bahawa aku tidak pernah berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kamu tidak pernah terlihat pada diriku tanda-tanda ketidak wajaran perlakuanku atau tanda-tanda yang meragukan kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku adalah benar pesuruh Allah yang diberi amanat untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang sudah tersesat kemasukan pengaruh ajaran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yang benar yang diajar oleh nabi-nabi yang terdahulu karena Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu lama terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang menuntun mereka ke jalan yang benar dan penghidupan yang diredhai-Nya. Maka percayalah kamu kepada ku gunakanlah akal fikiran kamu berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang menciptakan kamu menciptakan langit dan bumi menurunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu, menumbuhkan tumbuh tumbuhan bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan salah dan tindakan sesatmu, agar Dia menambah rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kamu dari azab dunia sebagaimana yang telah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahuilah bahawa kamu akan dibangkitkan kembali kelak dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kamu di dunia ini dan diberi ganjaran sesuai dengan amalanmu yang baik dan soleh mendapat ganjaran baik dan yang hina dan buruk akan diganjarkan dengan api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kamu dan dengan ini telah memperingati kamu akan akibat yang akan menimpa kepada dirimu jika kamu tetap mengingkari kebenaran dakwahku."

Kaum Aad menjawab: "Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telah mendapat kutukan tuhan-tuhan kami sehingga menyebabkan fikiran kamu kacau dan akalmu berubah menjadi sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal bahwa jika kami mengikuti agamamu, akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan menerima segala ganjaran atas segala amalan kami.Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan seksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan menyerah kepadamu dan mengikuti ajaranmu karena bayangan azab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu jika engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta."

"Baiklah!", jawab Nabi Hud," Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamu tidak akan dapat melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa aku telah menyampaikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat kandung badanku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya."

Pembalasan Allah Atas Kaum Aad

Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yang ingkar itu diturunkan dalam dua perinkat. Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mereka. Sehingga menimbulkan kegelisahan kalau hasil tidak diperolehi seperti biasanya.Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berusaha meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu adalah suatu permulaan seksaan dari Allah. Allah masih lagi memberi kesempatan kepada mereka untuk sedar akan kesesatan dan kekafiran mereka dan kembali beriman kepadaNYA dengan meninggalkan perbuatan yang batil dan bertaubat dan memohon keampunan dariNYA agar  mereka terhindar dari bahaya kelaparan yang mengancam. Akan tetapi kaum Aad tetap belum mahu percaya dan menganggap janji Nabi Hud itu adalah janji kosong belaka. Bahkan terus menghadap berhala memohon perlindungan dari musibah yang dihadapi.
Nabi Hud segera mendapat jawapan dengan datangnya pembalasan tahap kedua yang dimulai dengan terlihatnya gumpalan awan dan mega hitam yang tebal. Ia disambut dengan sorak-sorai gembira, kerana dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan. Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan nada mengejek: "Mega hitam itu bukanlah  rahmat bagi kamu tetapi mega yang akan membawa kehancuran kepada kamu sebagai balasan yang Allah janjikan untuk membuktikan kebenaran kata-kataku yang selama ini kamu sangkal dan kamu dusta.

Sejurus kemudian angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai bunyi guruh yang gegak gempita telah merosakkan bangunan dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan harta benda serta melempar jauh binatang ternakan. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari ke sana sini mencari perlindungan. Suami tidak tahu di mana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anak-anaknya. Rumah-rumah juga menjadi sama rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyapu bersih kaum Aad yang bongkak itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan supaya menjadi pengajaran bagi umat-umat yang mendatang.

Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allah dari bencana yang menimpa kaumnya. Dengan tenang menyaksikan keadaan kaumnya yang kacau bilau mendengar guruh, angin dan bunyian pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang jatuh berselerakan. Suara teriakan dan tangisan orang yang meminta tolong dan memohon perlindungan. Setelah keadaan kembali tenang, tanah Al-Ahqaf menjadi sunyi maka pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya dan berhijrah ke Hadramaut. Di sana baginda tinggal menghabiskan sisa hidupnya sehingga wafat. Baginda dimakamkan di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun. Hingga sekarang makamnya tersergam indah itu sering dikunjungi para penziarah yang datang beramai-ramai dari sekitar daerah itu pada bulan Syaaban pada setiap tahun.

Pengajaran Dari Kisah Nabi Hud A.S

Nabi Hud telah memberi contoh yang baik dan patut diikuti oleh para pendakwah agama. Baginda menghadapi kaumnya yang sombong dan keras kepala itu dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kelapangan dada. Baginda sesekali tidak pernah membalas ejekan dan kata-kata kesat tetapi menolaknya dengan kata-kata yang halus. Ini menunjukkan bahawa baginda dapat menguasai emosinya dengan penuh kesabaran.

Nabi Hud tidak marah dan tidak gusar ketika kaumnya mengejek dengan menuduhnya telah menjadi gila dan sinting. Baginda dengan lemah lembut menolak tuduhan dan ejekan itu dengan hanya mengata:"Aku tidak gila dan bahawa tuhan-tuhanmu yang kamu sembah tidak dapat menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tetapi aku ini adalah rasul pesuruh Allah kepadamu dan betul-betul aku adalah seorang penasihat yang jujur bagimu menghendaki kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan agar kamu terhindar dan selamat dari azab dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat."

Dalam berdialog dengan kaumnya, Nabi Hud berusaha mereka berfikir secara rasional, menggunakan akal dan fikiran yang sihat. Dengan memberikan bukti-bukti logikal tentang kebenaran dakwahnya dan kesesatan jalan mereka namun hidayah iu adalah dari Allah. Dia akan memberinya kepada sesiapa sahaja yang dikehendakiNYA.


Kisah Nabi Hud diceritakan dalam 68 ayat dari 10 surah yang di antaranya adalah:
1-Surah Hud, ayat 50 hingga 60
2-Surah Al-Mukminun ayat 31 sehingga ayat 41
3-Surah Al-Ahqaaf ayat 21 sehingga ayat 26

Selasa, 3 Julai 2012

KISAH NABI IDRIS A.S BERSAMA MALAIKAT IZRAIL



Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.

Nabi Idris menurut sementara riwayat, baginda bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta memberi beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamat diri dari seksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.



NABI IDRIS diutus oleh Allah Swt. untuk mengingatkan umat keturunan Kabil yang telah bersikap derhaka. Idris merupakan keturunan keenam Nabi Adam. Di kalangan bangsa Ibrani, ia dikenal dengan nama Khunuh. Idris belajar agama sejak kecil dari Nabi Syith, putra Nabi Adam. Idris berdakwah kepada kaumnya dengan gigih, sehingga mendapat sebutan Asad al-usud, yang berarti " singanya singa". Ketika Nabi Muhammad Saw. melakukan Isra Mikraj, ia berjumpa dengan Nabi Idris di langit keenam. Ketika itu Nabi Idris memberi salam kepada Nabi Muhammad Saw. Kisah Nabi Idris tidak banyak diceritakan dalam Al- Qur'an. Namanya hanya disebut dalam surah Maryam ayat 56-57 dan surah al-Anbiya' ayat 85-86.


SAHIFAH

Idris dikurnia oleh  Allah Swt. dengan beberapa kepandaian. Ia menguasai ilmu hisab, ilmu kaji bintang, menunggang kuda, dan menjahit pakaian. Selain itu, Nabi Idris juga sangat tekun belajar. Ia belajar membaca dan menulis tanpa mengenal waktu dan tempat. Sejak kecil, Idris telah pandai membaca Sahifah (lembaran tertulis) yang diajarkan oleh Nabi Syith. Nabi Idris menerima wahyu daripada Allah Swt. melalui malaikat Jibril sebanyak 30 Sahifah (Q.19:56).



Isinya adalah ajaran agama yang harus disampaikan Nabi Idris kepada umatnya.


IZRAIL

Malaikat Izrail sangat mengagumi kepandaian Nabi Idris. Ia ingin mengenal Nabi Idris lebih dekat. Dengan menyamar sebagai manusia, ia bertemu ke rumah Nabi Idris. Setelah berkenalan, Nabi Idris mempersilakan tetamunya menginap di rumahnya. Mereka lalu berdua beribadah dengan tekun. Idris meminta tetamunya untuk menikmati semua yang ada di rumahnya, tapi Izrail menolak dan hanya ingin beribadah. Nabi Idris merasa hairan dan bertanya siapa sebenarnya tetamunya itu. Tetamu itu menjawab bahwa ia adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa.



HIJRAH KE MESIR

Kerana sebahagian umatnya kufur, Idris mengajak pengikutnya yang beriman meninggalkan negeri mereka. Awalnya mereka keberatan kerana khuatir negeri baru yang akan mereka duduki tersebut tidak sesubur negeri mereka. Namun Idris dapat meyakinkan umatnya yang beriman tersebut sehingga mereka mengikuti Idris hijrah ke Mesir.



DIGODA SETAN


Iblis akan datang menggoda dan menghasut anak-anak Adam dalam semua peringkat. Tetapi Iblis amat sukar untuk menggoda para rasul dan para nabi yang bersifat maksum dan sentiasa didalam pemeliharaan Allah SWT. Iblis berusaha untuk menggoda Nabi Idris a.s. ternyata usaha-usahanya gagal kerana kedatangan Iblis sudah diketahui oleh Nabi Idris a.s. terlebih dahulu.
Pada suatu hari Nabi Idris a.s. didatangi seorang lelaki yang membawa sebiji telor. Ketika itu Nabi Idris a.s. sedang menjahit bajunya. Tanpa ucapan salam, lelaki itu terus menegur Nabi Idris, “Wahai Idris, bolehkah Tuhan kamu memasukkan dunia ke dalam telor yang sedang aku pegang ini?”
Dengan izin Allah SWT. Nabi Idris tahu dengan siapa dia sedang berhadapan. Lalu berkata Nabi Idris, “Datanglah dekat denganku dan tanyalah apa yang engkau hendak tanya.” Lelaki itu pun mendekati Nabi Idris yang masih sedang menjahit.
“Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?” Lelaki asing itu mengulangi pertanyaannya.
“Tuhanku boleh memasukkan dunia ke mana sahaja, jangankan ke dalam telur yang engkau pegang itu, bahkan Dia boleh masukkan dunia ke dalam lubang jarum yang aku pegang ini.” kata Nabi Idris a.s.
Kemudian dengan pantas sekali baginda bingkas mencucuk mata lelaki itu dengan jarum yang ada di tangannya. Terperanjat lelaki asing itu dan dia tidak sempat berbuat apa-apa. Kelam-kabut dia melarikan diri meninggalkan Nabi Idris a.s. yang telah membutakan matanya. Lelaki yang menganggu Nabi Idris a.s adalah Iblis laknatullah.


http://nursyirah.wordpress.com/2011/06/08/kisah-nabi-idris-v-s-dengan-iblis/


MELIHAT SURGA DAN NERAKA


Untuk mempertebal imannya, Idris meminta kepada Allah Swt. agar diizinkan untuk melihat syurga dan neraka. Allah Swt. memenuhi permohonan Idris tersebut. Bersama Izrail, Idris mengunjungi neraka dan melihat api neraka yang berkobar serta berbagai siksaan di dalamnya. Kemudian Izrail membawanya ke syurga. Di sana Idris bertemu dengan Malaikat Ridwan dan melihat nikmat yang diberikan Allah Swt. untuk para penghuni surga.

Nabi Idris a.s Bersama Malaikat Izrail

Suatu ketika Nabi Idris a.s telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail dan bertanya Nabi Idris a.s katanya: "Hai malaikat Izrail, engkau datang ini untuk mencabut nyawa atau untuk menziarah?." Kata Malaikat Izrail aku datang untuk menziarah dengan izin Allah. Kata Nabi Idris kepada Malaikat Izrail: "Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan dan kepentingan kepadamu" Kata Malaikat Izrail "Kepentingan apa itu?" Jawab Nabi Idris "Kepentingan denganmu iaitu supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali sehingga aku dapat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratulmaut". Kata Malaikat Izrail sesungguhnya aku tidak akan mencabut nyawa seseorang malainkan mendapat izin Allah. Maka Allah memberi wahyu kepada kepada Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris, maka seketika itu Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris a.s. Maka Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris sambil memohon kepada Allah agar Allah menghidupkan kembali Nabi Idris a.s.


Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris hidup pun kembali. Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris as. "Hai saudaraku, bagaimana rasanya sakaratulmaut itu?. Kata Nabi Idris a.s "Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup itu dilapah kulitnya (dibuang kulitnya semasa hidup-hidup) dan begitulah rasanya sakaratulmaut bahkan lebih seribu kali sakit."


Kata Malaikat Maut: "Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya." Kemudian Nabi Idris a.s berkata lagi pada Malaikat Maut: "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengan engkau iaitu saya ingin melihat Neraka Jahanam sehingga saya boleh beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah melihat belenggu, rantai-rantai dan kala jengking yang menyengat orang-orang yang ada di Neraka Jahanam." Kata Malaikat Maut "Bagaimana saya boleh pergi ke Neraka Jahanam tanpa izin Allah".


Mala Allah memberi wahyu kepada Malaikat Maut dengan firman: "Pergilah engkau ke Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris a.s". Malaikat Maut pun pergi ke Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris kemudian Idris melihat segala macam seksaan yang diciptakan Allah untuk musuh-musuhNya yang berupa belenggu, ratai-rantai daripada neraka dan kala jengking serta ular dengan api-api yang menyala dan kayu zakum dan air yang sangat panas untuk diminum oleh ahli neraka tersebut. Setelah kembali Nabi Idris berkata lagi kepada Malaikat Maut. "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengamu iaitu saya ingin melihat syurga sehingga saya boleh tambah meningkatkan amal ibadah," maka Malaikat Maut berkata "Bagaimana boleh saya bersamamu ke dalam syurga tanpa izin Allah." Maka Allah memberi izin pada Malaikat Maut untuk pergi berdua dan berhenti dekat pintu syurga.


Maka Nabi Idris melihat di dalamnya nampak bermacam-macam nikmat dan istana besar lagi indah dan beberapa anugerah yang berharga, juga tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan yang beraneka warna dan rasanya berbeza-beza. Nabi Idris berkata "Hai saudaraku, saya telah merasakan sakitnya sakaratulmaut, saya telah melihat Neraka Jahanam yang didalamnya bermacam-macam rupa seksaan dan azab neraka maka mohonlah engkau kepada Allah agar Allah mengizinkan saya untuk masuk syurga dan minum airnya agar hilang rasa sakitnya sakaratulmaut di tenggkorakku ini dan juga terhindar daripada seksaan Neraka Jahanam.


Maka Malaikat Izrail minta izin kepada Allah lalu mengizinkannya, kemudian masuklah meraka berdua ke alam syurga lalu keluar. Kemudian Nabi Idris masuk lagi ke dalam syurga dan meletakkan seliparnya di bawah pokok kayu di dalam syurga. Maka Nabi Idris berkata kepada Malaikat Izrail "Hai Malaikat Maut, selipar saya tertinggal didalam syurga di bawah pokok kayu, maka kembalikanlah saya kedalam syurga," maka Nabi Idris masuk kesyurga dan tidak mahu keluar lagi dari syurga. Maka berteriaklah Malaikat Izrail memanggil Nabi Idris agar keluar dari syurga. "Hai Idris, keluarlah engaku dari syurga." Maka Nabi Idris pun tidak mahu keluar Allah SWT telah berfirman "Tiap-tiap orang mesti merasakan sakaratul maut, sedang saya sudah merasakan sakaratulmaut. Dan Allah SWT berfirman lagi maksudnya: "Tidak ada diantara kamu sekalian kecuali mereka itu memasuki (neraka/syurga) sedang aku pernah memasuki nerakan dan Allah pun juga berfirman lagi maksudnya: "Dan tidaklah mereka itu dikeluarkannya". (keluar daripada syurga).


"Siapakah yang mengeluarkan saya dari syurga" sedangkan Allah telah memberi wahyu kepada malaikat Maut. "Tinggalkanlah dia (Nabi Idris) sesungguhnya Aku telah memutuskan dia di zaman azali dahulu bahawa sesungguhnya dia (Nabi Idris) tergolong ahli dan penghuni syurga."


Dan Allah telah berfirman kepada rasul-rasulNya tentang kisah Nabi Idris dalam firmanNya yang bermaksud. "Dan ingatlah olehmu cerita-cerita dalam kitab Nabi Idris a.s dan seterusnya." 


Terdapat diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah : ~ 


1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.
3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, kerana mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya dia tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.
Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a'alam bissawab.


http://www.gnesop.com/2010/01/kisah-nabi-idris-as.html
Pengajarannya :
1. Iblis akan datang untuk menggoda anak Adam, samaada terdiri daripada para Nabi atau manusia biasa dengan berbagai helah dan tipu daya. Oleh itu kita hendaklah berhati-hati dengan tipu muslihat Iblis.
2. Tips yang diajarkan oleh ulama untuk menghindari hasutan Iblis ini iaitu apabila ada keraguan atau was-was dalam hati cepat-cepat tinggalkan was-was tersebut dan terus ambil tindakkan yang pasti. Contoh jika kita terlupa bilangan rekaat dalam solat samaada rekaat ke3 atau ke 4, ambil sebagai rekaat ke3 dan tambah satu lagi rekaat dan diakhiri dengan sujud sahwi.
3. Apabila berhajat untuk bersedekah atau ingin membuat sesuatu amal soleh, terus dilaksanakan jangan di tangguh-tangguh lagi kerana yang cuba melenggah-lenggahkannya adalah dari bisikan Iblis.
4. Senjata yang dapat menghancurkan Iblis :
Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :”Wahai Iblis, apakah senjata yang dapat menghancurkan engkau?”
Berkata Iblis, “Ya Nabi Allah. Orang-orang yang banyak berzikir dan banyak bersedekah dengan bersembunyi (ikhlas hati) serta berbanyak-banyak taubat dan banyak membaca al-Qur’an Kalam Allah, dan banyak sembahyang di tengah malam. Itu semua akan menghancurkan aku”.

Rabu, 27 Jun 2012

CERITA SALAM (KISAH 2)



Suatu pagi yang damai, ketika kami semua pekerja sedang bekerja, tiba-tiba bos masuk ke bilik production untuk membuat pengumuman mengenai pelawat (auditor) yang akan hadir. Selepas taklimat kami berbincang untuk membuat persiapan. Di dalam bilik production kami terdapat lebih kurang 20 orang yang bekerja pada satu-satu masa.

Jadi tak ada masalah untuk menggantikan pekerja seketika jika mereka ingin menunaikan solat atau ke tandas. Jarak antara surau dan tandas dengan bilik production agak jauh. Ini menyebabkan kerja-kerja manjadi tertangguh. Atas sebab itulah kami hanya membenarkan seorang sahaja staf keluar untuk sesuatu masa.

Pelawat tersebut akan datang selepas rehat tengah hari lebih kurang jam 2.30 petang. Line leader kami juga telah memantau semua kelengkapan, SOP, dan rekod-rekod supaya kecuaian tidak berlaku. Semua mengikut arahan supervisor berpandukan SOP. Masing-masing makin bersemangat melaksanakan tugas yang diberikan.

Setelah jam meniti ke 2.30 petang, kelibat mereka belum juga muncul. Kemudian staf-staf ini masih menunggu sehingga hampir jam 3.15 petang. Supervisor tak tahan lagi untuk menunaikan hajat kecil. Lalu dia pun segera ke tandas. Kebetulan pula tika itu air paip terputus bekalan, maka tak basuhlah tangannya dan dia ingin ke tandas yang lain.

Ketika melewati depan pintu bilik productionnya dia ternampak pelawat sudah berada di dalam. (Untuk pergi ke tandas lain perlu menempuh bilik production kerana ia berada di tingkat bawah). Berbelah bagi hati si supervisor ini kerana dia belum cuci tangan lagi. Tapi dalam hatinya berkata 'Sekadar pegang mesin dan buat kerja, bukan nak makan pun. Nak makan nanti aku cucilah tangan'.

Baru dia menutup pintu dan tak sempat melangkah, pengurusnya memperkenalkan supevisor tersebut kepada pelawat. Lantas pelawat itu menghulurkan tangannya untuk berjabat salam. Terpinga-pinga sejenak, lalun dia pun berjabat salam dengan pelawat tersebut. Rasa bersalah pula dia kerana tangannya kotor memegang kemaluan dan tidak dibasuh. Bukan niat nak mendajalkan orang. Memang tidak disengajakan kerana dia perlu berada di sana kerana dia adalah ketua dalam bilik itu...